Senin, 22 Agustus 2016

Essay MPA maba FIP Pend. Luar Sekolah



Wajah Baru Pendidikan Indonesia

Berbicara tentang pendidikan, apa yang pertama kali terlintas di benak kita? Guru, iya betul. Kenapa? Karena guru adalah salah satunya alasan dari kunci keberhasilannya sebuah pendidikan. Menjadi guru tidak lah mudah. Bermodal ijazah pun tidaklah cukup. Apa point yang bisa menyempurnakannya? Keikhlasan. Sebab ketika kita membawa kecerdasan bersama keikhlasan, akan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Begitu pula sebaiknya, ketika kita membawa kecerdasan bersama kepongahan, sungguh tidak menghasilkan manfaat apapun.
Belakangan ini maraknya kasus guru yang terkena tindak pidana menjadikan profesi guru sangat mengkhawatirkan. Ditugaskan mendidik tanpa adanya perlindungan. Justru dengan anehnya beberapa dari mereka terjerat oleh pasal Hukum dan HAM. Tidak jauh-jauh. Biasanya kasusnya adalah karna dianggap terlalu keras dalam mendidik. Padahal terkadang hal yang dianggap “kekerasan” hanyalah sebuah “cubitan sayang”. Bagaimana mungkin guru yang disumpah untuk menjadi suri tauladan berubah menjadi monster di depan peserta didiknya. Sangatlah tidak mungkin.
Dulu kita semua tau, guru adalah pelita dalam kegelapan dalam syair lagu hymne guru. Tapi mungkin sekarang guru adalah pelita yang terabaikan. Atau bahkan beberapa siswa menganggap guru adalah musuh dalam keterangan. Inilah wajah pendidikan Indonesia jaman sekarang. Moral sudah tak lagi dikenal. Kemuliaan dalam mengajarpun tak diperhitungkan. Tanpa rasa sungkan mereka berusaha menghancurkan sumber ilmu mereka sendiri. Bayangkan jika ini terus terjadi, siapa yang akan berdiri di depan kelas 20tahun mendatang. Mungkin sebuah robot atau tidak sebuah layar LED.
Dalam keadaan yang seperti itu, tentulah tidak ada lagi kasus cubitan manja berakhir sel jeruji. Tidak ada lagi teriakan sayang berakhir gerutuan siswa. Tidak ada lagi tangan yang harus dicium, karna tangan yang hangat itu sudah berubah jadi besi dingin tidak berperasaan dan tanpa rasa sayang.

Salam maba fakultas ilmu pendidikan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar